Donor Darah (Lanjutan)
Karena space di bawah udah gak memungkinkan, foto-foto kegiatan donor darah saya taruh disini…
Perlombaan Dalam Rangka HUT RI Ke 63
Di adakan beberapa lomba, antara lain:

Balap Bola Tenis

Balap Jarum dan Benang

Final Balap Jarum

Kere Boyong

Lomba Memasak Nasi Goreng Bapak-Bapak

Nyam!!... Jadi laper... Tuh liat, pantesan kebanyakan penjual nasi goreng tuh bapak-bapak... hehehe

Lomba Menggambar

Panitia Lomba

Awas gigi copot...

Kehebohan pun tercipta...

Momen langka gak disia-siakan oleh kameramen
Kerja Bakti
Mulai besok dah mulai kerja bakti n kegiatan lomba-lomba untuk menyambut 17-an di RW 13. Malem ini dah mulai siap-siap untuk lomba-lomba besok. So,… tunggu kabar n foto2nya ya…

Pengecatan Gapura

Empat Generasi Turun Tangan..

Ibu-ibu nyiapin konsumsi

Serah Terima Neon Box Untuk Balai RW 13
Pasar Pengetahuan dan Donor Darah
Hari Minggu, tanggal 3 Agustus 2008 diadakan kegiatan Pasar Pengetahuan untuk anak-anak dan kegiatan donor darah untuk dewasa. Kegiatan ini diadakan di RW 05, poskonya Devi dan kawan-kawan. Acaranya sangat seru dan meriah, rugi lho gak dateng…
Kraton / Istana Sultan
Kraton Kasultanan Yogyakarta
Kraton Yogyakarta didirikan pada tahun 1756 oleh Pangeran Mangkubumi (Hamengkubu Buwono I) sebagai pusat kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat. Pada mulanya, lokasi Kraton sekarang ini merupakan daerah rawa yang bernama Umbul Pacethokan, yang kemudian dibangun menjadi sebuah pesanggrahan Ayodya.
Sebagaimana bangunan kraton pada kerajaan-kerajaan Jawa umumnya, Kraton Yogyakarta dibangun menghadap ke utara. Bangunan terluar berupa benteng kraton yang dibuat dari batubata merah dengan ketebalan sekitar 4 meter. Benteng ini melingkari kraton sepanjang 4 kilometer persegi, dan membentuk segi empat dengan beberapa gerbang utama (regol). Susunan bangunan Kraton Yogyakarta berturut-turut dari utara ke selatan : Alun-alun utara (termasuk Siti Hinggil dan Bangsal Pagelaran), Kemandungan Lor (utara) atau Keben, Sri Manganti, Kraton sebagai bangunan induk, Kemagangan, Kemandungan Kidul (selatan), dan terakhir pada Alun-alun Selatan.
Pada jaman kerajaan, Alun-alun Utara digunakan untuk mengumpulkan prajurit dan rakyat, disamping digunakan untuk upacara-upacara adat seperti Grebeg, Sekaten, dan lain-lain. Keberadaan Alun-alun ini melambangkan menunggalnya raja dengan rakyat dalam membangun kerajaan. Di tengah alun-alun terdapat dua pohon beringin yang melambangkan bahwa Sultan adalah pelindung dan pengayom rakyatnya. Pada bangunan Pagelaran dan Siti Hinggil terdapat adegan pisowanan (persidangan) para pejabat kerajaan dengan Sultan. Para pejabat kerajaan duduk di bangunan Pagelaran, sedangkan tempat duduk Sultan terletak pada bangsal Manguntur Tangkir yang terletak di bangunan Siti Hinggil. Di belakang bangsal Manguntur Tangkir, terdapat bangsal Witana, yaitu tempat untuk menyimpan lambang-lambang kebesaran kerajaan yang digunakan dalam upacara.
Bangunan kedua dari kraton bernama Keben atau Kemandungan lor. Bangunan utamanya bernama bangsal Ponconiti, yaitu bangsal pengadilan khususnya yang berkenaan dengan lima perkara besar yang diancam hukuman mati. Sekarang ini, pada bangunan ini terdapat kantor Tepas Pariwisata Kraton. Pada bagian ini terdapat bangsal Trajumas di sebelah kiri dan bangsal Sri Manganti di sebelah kanan. Pada bangsal Trajumas terdapat berbagai peralatan upacara tradisional, sedangkan pada bangsal Sri Manganti terdapat berbagai acara kesenian seperti tari-tarian klasik, karawitan, dan wayang kulit. Bangsal Sri Manganti dahulu merupakan tempat Sultan menanti dan menerima tamu-tamu agung. Sri Manganti sendiri berarti Raja menanti. Setelah bangsal Sri Manganti, terdapat regol Donopratopo, yaitu sebuah gerbang yang menghubungkan halaman Sri Manganti dengan halaman inti kraton. Gerbang ini dijaga oleh patung Dwarapala dan Gupala.Keduanya diberi nama, masing-masing, Cingkarabala dan Balaupata yang melambangkan kepribadian mulia manusia untuk selalu menggemakan kebaikkan dan melarang perbuatan yang jahat.
Pada bangunan ini kraton, terdapat beberapa bangsal. Bangsal Purnaretna, yaitu tempat Sultan bekerja, letaknya bersebelahan dengan bangunan bertingkat yang diberi nama Panti Sumbaga. Bangunan ini merupakan perpustakaan pribadi Sultan. Pada bagian lainnya terdapat Gedong Kuning, yaitu istana tempat tinggal Sultan, yang letaknya bersebelahan dengan Traju Tresna, yaitu tempat Sultan menanyakan kesanggupan putra-putrinya yang akan menikah. Di bagian lain dari inti kraton terdapat bangsal Kencono, yaitu tempat upacara penobatan Sultan dan para pangeran. Di samping itu, bangsal ini kadang kala digunakan untuk menerima tamu-tamu agung yang berhubungan dengan Kasultanan. Di sebelah barat bangsal Kencono, sekarang ini terdapat museum Sri Sultan HB XI. Di balik bangsal Kencono, terdapat bangsal Prabayeksa, yaitu tempat penyimpanan pusaka-pusaka kraton. Bangsal ini menjadi bagian paling sakral dari seluruh lingkungan bangunan kraton. Bagian lainnya adalah bangsal Manis, yaitu tempat perjamuan atau pesta, dan Gedong Patehan, yaitu tempat untuk menyiapkan minuman. Kompleks Kraton Yogyakarta setiap hari dibuka untuk masyarakat umum mulai dari pukul 07.30-13.00, kecuali pada hari Jumat sampai dengan pukul 12.00 WIB
(sumber: http://students.ukdw.ac.id/~22022936/kraton.html)
Objek Wisata
Ada beberapa objek wisata yang wajib untuk dikunjungi apabila anda berwisata ke wilayah ini, antara lain:
1. Kraton atau istana sultan Jogjakarta
2. Taman Sari
3. Pasar Ngasem
4. Dll…
Sori ngelink ke situs lain semua…
.. soalnya dah lengkap di situs lain itu, susah nandinginya… hehehe…
Unit 143 KKN-PPM UGM’08
Tanggal 26 Juni 2008, tim KKN ini diterjunkan ke wilayah kelurahan Kadipaten kecamatan Kraton kota Jogjakarta. Menempati posko-posko yang berlokasi di RW 05, 06, 08, 10, dan 13.
Berikut nama-nama tim yang diterjunkan ke dalam 5 sub unit:
Sub unit 1 (RW 05)
Kormasit: Devi Oktaviana Milandari
Anggota:
1. Agung Permana Putra
2. Widyo Atmoko
3. Apriyani Muji Lestari
5. Ariadi Sunandar
6. Alam Yudha Wijaya (Kormabid Sosial Humaniora)
7. Nina Nuria Pratami
Sub Unit 2 (RW 06)
Kormasit: Bambang Nuryanto
Anggota:
1. Arie Widiatmoko
2. Alfien Qorrina
3. Muhammad Hafidhuddin
4. Dwi Nur Akhyati
5. Astik Kirna Murtiningsih
6. Koestjahjanig Puspitasari
Sub Unit 3 ( RW 08 )
Kormasit: Dhirga Harisa
Anggota:
1. Adi Kusuma
2. Billianci Morisia
3. Ari Abdul Rahman Ismanto
4. Sandra Shinta Dewi
5. Ibrahim Budhiman
6. Ike Inayati Kurniasih
7. Kusnul Sholikha
Sub Unit 4 (RW 13)
Kormasit: Agus Salim Amiruddin
Anggota:
1. Anggita Marina Pakpahan
2. Danang Ary Yunanto
3. Aulia Kristanti Nur Anisa
4. Akhmad Effendi Arief
5. Nur Maharani
6. Ivo Julieta
7. Anggoro Suharjanto
Sub Unit 5 (RW 10)
Kormasit: Agung Suprayitno
Anggota:
1. Anjas Winarno
2. Dian Nurnilamsari
3. Intan Ratna Pratiwi
4. Marijah
5. Suhartanto (Komabid Science And Technology)
6. Hasnil AM
-
Recent
-
Links
-
Archives
- September 2008 (5)
- August 2008 (10)
- July 2008 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS






























